Wayang Cenk Blonk berasal dari daerah Blayu – Tabanan – Bali. Wayang ini sangat berbeda dengan wayang biasanya yang merupakan penggabungan antara tradisional dan kreativitas modern. Wayang Cenk Blonk ini dikembangkan Oleh I Wayan Nardayana.
Nardayana awalnya memberikan nama pagelaran ini dengan nama Wayang Kulit Gitaloka dari Belayu, 15 Tahun yang lalu. Dalam pewayangan ini, tokoh yang sering di tampilkan adalah “Nang Klenceng” dan “Nang Ceblong”. Dan masyarakat juga lebih akrab dengan memanggil nama “Ceng Blong”.
Hampir setiap pementasan wayang Ceng Blonk dipadati penonton, termasuk di Lapangan Puputan Badung, jantung Kota Denpasar, dan di perkampungan seniman Ubud untuk melengkapi rangkaian upacara keagamaan yang digelar oleh para warga setempat.
Bahkan, para penonton bisa ketagihan menyaksikan lelucon, penampilan si dalang dan gayanya yang khas dalam memainkan wayang, yang berpadu harmonis dengan permainan instrumen gamelan yang mengiringinya.
Wayang Ceng Blonk, jelas Nardayana, merupakan wayang Ramayana atau wayang Betel, bukan wayang Tantri atau wayang Babad. Cenk Blonk merupakan gabungan kependekan nama dua punakawan – Nang Klenceng dan Nang Keblong yang berwajah, suara dan perilaku lucu. Selain Klenceng dan Keblong, dalam wayang Bali ada punakawan-punakawan lain, yaitu Merdah, Tualen, Sangut dan Delem.
Inilah sebagian video Wayang CengBlong:



Trackbacks /
Pingbacks