Cerita Rakyat Malin Kundang

February 6th, 2013 by Wayan Tulus Leave a reply »
Cerita Rakyat Malin Kundang

Cerita Rakyat Malin Kundang

Inilah cerita rakyat Malin Kundang yang merupakan salah satu dongeng dan legenda Indonesia yang patut anda ketahui dan mencari hikmah dan pesan moral nya.

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.

Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.

Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.

Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamanmu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.

Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.

Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.

Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. “Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. “Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. “Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang. “Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

Pesan Moral Cerita Rakyat Malin Kundang :

Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.

Tags:

cerita rakyat malin kundang, malin kundang, Cerita rakyat bahasa jawa, dongeng bahasa jawa, cerita malin kundang, cerita rakyat dalam bahasa jawa, cerita rakyat, legenda malin kundang, cerita maling kundang, dongeng malin kundang bahasa indonesia

Comments

comments


Facebook Page

Advertisement

Obat Penyakit Jantung Koroner
Divonis pasang ring di jantung??
Inilah cara mengobati penyakit jantung koroner.

Cara Mengobati Penyakit Diabetes
Ternyata diabetes bisa diobati!!!
Baca kesaksian penderita diabetes yang sudah sembuh.

Pengobatan Herbal Kanker Payudara
Kanker payudara sembuh secara herbal.
Produk herbal untuk pengobatan kanker payudara.

Cara Menurunkan Berat Badan
Badan gemuk dan perut buncit??
XAM SLIM Program turun berat badan alami tanpa efek samping.

20 comments

  1. aniek says:

    ceritanya menarik tp saya cari cerita yang ditulis memakai boso jowo, terima kasih

  2. Legenda daerah selalu mambawa pesan moral, kepada genersi berikutnya. Tapi sepertinya kisah seperti ini mulai di tinggalkan oleh bangsa yang sok modern ini

  3. vinda says:

    cerita nya sangat bagus … :)
    cerita nya sangat menarik … :)

  4. rina says:

    ceritanya bagus….sangat seru & menarik

  5. babon says:

    bagus indah menarik dan
    sangat berpendidinkan
    tpi yg saya g suka adalah malin kundang durhaka pda ibunya yg telah melahirkan &merawatnya hingga besar…
    &akhirnya karena durhakanya malin kundang pda ibunya dia di kutuk menjadi batu karang…
    Terima Kasih…

  6. rizky says:

    ceritanya seru…. bikin kagum…saking durhakanya malin kundang pda ibunya dia di kutuk menjadi batu karang……menarik…&ada pendidikannya….yg bikin kagum istrinya menanyakan bahwa itu ibunya atau bukan……tpi malin kundang menjawab bahwa itu adalah seorang pengemis yg pura2 menjadi ibuku….kwkwkwkwkwkwkwk……
    Thank’s

  7. malin kundang telah pantas mendapatkan hukuman seperti itu,…karna dia telah menyakiti ibu nya,…

  8. ghafara coy aja says:

    dasar jangan di tiru itu malin kundang gak baek nanti bangsa indemie jadi kayak malin kundang wkwkkwkwkwkww!!!!!!!!………

  9. Liana Putri says:

    cerita rakyat seperti malin kundang tdak pantaz untuk d tiruww…….

  10. sandra canlid says:

    ceritanya bgus…({})

  11. annisa says:

    itulah pelajaran untuk kita semua untuk meng hargai orang tua

  12. santi says:

    ceritanya bagus banget dan menarik apalagi gambarnya ah lucu banget deh

  13. riski says:

    critanya bagus coba pakai bahasa minang ad ngak?

  14. nia carolina says:

    wwuuuiiicchhh……..
    Bagus skali I like it ……:)

  15. Chelia says:

    Ceritanya menarik tetapi tidak memakai bahasa jawa

  16. vhya says:

    menarik ce cerita nha. . .
    tapi ak cari yg berbahasa jawa. . .
    huhh. . . sayang ?!

  17. Putri Aqmarina says:

    Critanya bagus & menarik .
    Semoga terus berhasil dalam berkarya . Amin .
    Hehehe . :D :)

  18. nadia joti sitorus says:

    saya suka dengan cerita nya tapi saya ingin lebih banyak gambarnya tapi sudah bagus

  19. izulganteng says:

    jadi terharu dengar cerita itu hehe

Leave a Reply

 
Posts Protect Plugin by http://blog.muffs.ru